Kami menikah tanggal 5 juli 2013, dan lanjut malam repsepsi di gedung, banyak yang datang untuk bersama meramaikan acara pernikahan kami berdua. Saya sempat berbicara dengan maya di malam bahagia kami di gedung, "ini awal babak baru menuju rumah tangga yang baru maya". setelah seminggu melewati acara pernikahan kami menjadi pasangan suami istri yang baru menata kehidupan dua hati yang berbeda dalam satu atap. saya bekerja di salah satu perusahan yang bergerak di bidang layanan jasa yang bekerja sama dengan salah satu maskapai penerbangan di Ende. Saya bekerja selama 8 bulan, selama 8 bulan saya bekerja dan hidup berumah tangga memang sangat berat apalagi waktu itu kami hidup bersama orang tua di rumah. Saya bekerja dari jam 06:00 pagi, tergantung pesawat yang masuk, kadang cepat pulang kerja tidak menentu., maya pagi jam 08:00 harus masuk kerja, maya bekerja di salah satu koperasi dinas pegawai negeri di Ende, jadi kami harus bangun pagi jam 05:00, apalagi maya merasa tidak enak kalau bangun agak kesiangan, dan juga mama saya ini orangnya selalu bangun pagi dan kebiasaan buruk mama saya itu dia selalu menggedor kamar kami yang lagi tidur, dan juga selalu membuat maya jadi tidak enak di rumah. Malam sebelum kami tidur maya beritau saya "bagaimana kalau kita sewa rumah kak?", saya tanya balik ke maya kenapa kamu bisa berpikir begitu? iya, soalnya mama selalu muka tidak suka kalau saaya bangun terlambat, apalagi pulang kerja jam 16:00. perlu istrahat santai dulu, tapi mama ini tidak mau yang mama mau itu harus bekerja beresin pekerjaan rumah. Awalnya saya dengar dari maya saya terima dan saya harus lihat sendiri benar apa tidak, ternyata apa yang dikatakan istri saya maya ini benar, kalau istri saya istrahat siang dan bangun terlambat langsung muka orang tua ( mama ) wajah marah, banting-banting barang di dapur. Saya juga kasihan dengan istri saya, saya aambil jalan tenga. saya bicara dengan mama sendiri di dapur, tapi watak mama saya ini keras. Dia mau anak mantu itu haus kerja kalau pulang kerja, dan jangan lihat barang yang kotor sedikit langsung muka marah. Malam hari di kamar saya bicara dengan istri saya "besok kita keluar dari rumah in", maya kaget "kenapa keluar secepat itu"? "iya maya kalau kita terus di rumah ini kita tidak berkembang apalagi dengan sifat mama saya yang keras begitu". Besok siang saya kemas barang-barang, pakaian kami keluar ke rumah sewahan dimana rumah itu menjadi kantor dari istri saya bekerja. saya bicara dengan bapak bahwah kami mau tinggal sendiri, bapak saya marah kenapa kamu mau tinggal sendiri? iya kami mau jalanin hidup sendiri karena kami sudah berkeluarga, awalnya orang tua saya tidak terima dengan keputusan yang saya ambil. Saya berpikir bahwa sudahlah ini menjadi tanggung jawab saya dan menjadi keputusan saya mau bagaiman kehidupan saya dengan istri saya, kami harus sendiri.
Seiring berjalannya waktu, saya ini kebiasaan pegang uang dan waktu hidup bersama semua kebutuhan harus istri juga tau, kesalahan fatal saya awal, bermain judi togel, jadi kehidupan saya mulai tidak jujur terhadap istri. Saya masih kerja di bandara Ende, saya selalu pakai uang teman untuk maain togel, suatu saat istri saya tau kalau saya main togel pakai uang teman, ribut besar antara kami berdua, awal nikah tempramen masing masing masih tinggi, saya juga egonya tinggi sudah tau salah tapi masih ngotot, terjadilah pertengkarang, selesai dari itu, paman saya masukan saya ke PT. PLN bagian PLTU, saya sebagai security. Selama saya bekerja sebagai security, kehidupan bermain togel belum hilang saya tergoda terus. Saya mapai pinjam uang di koperasi, pinjam ung di teman juga, yang penting hidup saya mulai kacau. Didalam hidup berumah tangga saat itu tidak seindah pacaran awal, saya selalu berjalan dengan kebohongan, maya mulai capeh dan rasa kepercayaannya terhadap saya mulai berkurang, istri saya maya mulai mengenal facebook dari awal istri saya maya mengenal facebook sifatnya mulai berubah, mungkin maya capeh dengan sifat saya yang selalu membohongi dia. Kehidupan istri saya selama mengenal facebook perubahan mulai hp selalu di pegang terus, selalu di kamar, makan malam, makan siang tidak bersama-sama lagi selalu sibuk dengan facebook. Saya mulai timbul perasaan curiga terhadap istri saya, tapi dalam hati kecil saya mengatakan tidak mungkin istri saya berbuat begitu. hari demi hari tingkanya mulai aneh, dan selalu menelpon di saat saya piket malam, sore, pagi. saya coba cek di facebooknya dan mulai cari tau, terlalu banyak yang inbox dan aada beberapa yang sudah menyimpang dari pertemanan, saya mulai rasa sakit, cemburu, tapi saya buat seperti biasa di depan istri saya, saya pernah mendengar langsung bagaimana istri saya berbicar di tlpon bersama laki-laki lain. Saya merasa bersalah dan bertanya dalam hati saya "apakah ini mimpi"? kenapa bisa terjadi dan saya cuma bisa lihat dan tiak bisa bicara? berbicara dengan saya selalu dengan nada yang tidak enak, dan selalu bilang saya bodoh, kurang kebersihan, kurang rapih, terlalu gemuk, dan selalu membandingkan saya dengan yang lain.
hubungan ranjang juga cuma begitu saja tidak seperti biasanya, daan selalu kalau lagi sama-sama di kamar selalau mengigat masalah-masalah, dan membuat suasana tidak enak, sebelum tidur saya selalu pijat kakinya dan itu harus tiap malam apa dia menghidar dari ajakan saya untuk berhubungan intim? itu selalu bertanya-tanya di benak saya. Saya selalau salah apa yang saya perbuat, dan selalu tidak benar. Suatu malam saya bicara dengan baik-baik tapi selalu mengatakan tidak dan selalu mencari kesalahan saya untukmenjadi tameng dia sebagai senjata menerang balik saya. Saya merasa sudah tidak terbendung saya marah dan mengungkap semua apa yang saya lihat dan apa yang saya dapat, saya luapkan emosi saya denga berkata pelan-pelan walaupun measa sakt, dan sangat menyesal saya berusaha untuk mengatakan deengan tenang, tapi istri saya tetap mengelah dan mengatakan saya yang tidak baik di matanya, saya mulai ribut, waktu itu saya mau berangkat piket malam. Saya bingung dengan saya sendiri, kenapa saya menjadi suami, laki-laki yang selalu salah, jelek di mata istri sendiri, dan merasa jijik untuk berhubungan intin dengan ssuami sendiri? apakah kesalahan saya yang saya buat terhadap istri saya sangat fatal jadi dia seperti begini terhadap saya?saya berdoa 'Tuhan kalau memang saya salah hukum saya jangan jadikan saya sebagai boneka istri saya" saya sangat meencintai, sangat sayang dia, saya tidak mau kehilangan dia, saya tau banyak kesalahan saya dan banyak dosa saya terhadap istri saya, tapi jangan buat saya seperti boneka yang di pajang di kamar, di saat suka baru memeluk. Saya memang penjahat di saat muda, tapi saya tidak pernah sedikit pun mengganggu istri orang apalagi sampai telpon yang bicara ke intim saya tidak pernah dan tidak akan pernah, kenapa istri saya melakukan ini? Saya merasa sampai sekarang ini istri saya belum sepenuhnya mencintai saya. setelah berjalan 3 tahun saya kerja sebagai security, dan banyak utang kami yang kami harus tutup, dan itu kesaalahan saya dan sebagai suami yang salaha saya siap untuk merubah gaya hidup saya yang salah, istri saya selalu mengeluh dengan utang, malam mau tidur juga bicara utang, saya jadi beban, semua masalah seelalu cerita dengan saya, di saat telpon dengan orang lain sangat mesrah ketawa, bercanda di telpon, saya kadang bingung kenapa selalu dengan saya bicara yang serius kadang canda tawanya. Pada waktu malam saya piket saya tergoda dengan teman untuk menjual kabel tembaga di kantor, saya ingat istri saya mengeluh utang, jadi memang jalan yang saya lakukan ini salah tapi saya lakukan itu sudah berjalan selama 1 bulan saya menjual kabel tembaga di kantor, dan akhirnya kedapatan saya di keluarkan dari kantor, saya beritau istri saya bahwa saya tidak bekerja lagi, dan dia menangis, saya cerita semua yang terjadi, untuk sementara saya ojek. Saya ojek pagi sampai siang, saya tau saya yang membuat semua ini di dalam rumah tangga saya jadi kacau. Istri saya selalu mengeluh di saat saya ojek, bahwa utang masih banyak, jadi hidup saya sudah dipenuhi dengan masalah utang, saya bingung apa lagi yang saya harus buat, saya menulis surat lamaran kerja dan masukin semua surat lamaran krja belum ada yang panggil. istri saya selalu mengatakan ini salah kamu kamu yang buat semua jadi begini, apapun masalah yang datang saya menjadi tempat pelempiasaan, saya terima semua dan saya siap menghadapi, kenapa saya belum merasakan rasa istri saya memiliki saya, saya dimata istri saya suami yang tidak tanggung jawab, tidak romantis, tdak peduli dengan dia, saya bingung apa yang selalu salah saya dimatanya. Saya tau saya orangnya yang membuat istri saya menjadi banyak utang tapi bukan sampai membenci saya dan sampi tidak merasakan rasa cinta atau rasa memiliki suami, istri saya selalu menceritakan dengan laki-laki lain dan merasa nyaman dengan mereka yang di telpon. setelah masuk bulan juli 2018 saya bekerja di Kalimaantan Timur, dimana paman saya menelpon istri saya dan menyampaikan "kalau mau don kerja di Kaltim"? istri saya pengaruh utang banyak dia mengataakan ia dengan om. Saya pulang ojek istri saya sampaikan bahwa paman yang ada di Kaltim tawar kerja disana, awal saya berat untuk mengatakan ia, banyak sekali pertimbangan saya utuk berangkat dari mendengarkan tawaran dari paman istri saya senang, saya mersa sangat jauh untuk meninggalkan dia sendiri di kota Ende dimana saya baru pertama kali merantau sejauh ini, saya berharap dari surat lamaran kerja ini bisa panggil duluan biar saya kerja di Ende.Saya air mata jatuh tiap malam mengingat saya harus tinggalkan dia di Ende saya cuma air mata dan merasa bersalah "Tuhan kalau memang ini jalan saya untuk bisa menebus dosa-dosa saya kepada istri saya, saya siap". Saya di telpon paman dari Kaltim bawah saya harus berangkat tanggal 7 juli 2018, waktu itu sisa dua minggu, saya merasa perih dan sakit di dalam hati seperti orang yang putus cinta, hari demi hari bersama istri saya yang tinggal dua minggu, dia mengurus semua perlengkapan saya untuk berangkat nanti. Saya melihat wajahnya dan cuma bisa bilang "saya kerja jauh" berat rasanya melepaskan dia sendiri di kota Ende, tapi satu sisi kami banyak utang yang harus di selesaikan, rasa ingin teriak...Besok saya mau berangkat malamnya saya tanya kepada istri saya "saya benar pergi kerja jauh"? saya seperti mimpi dan saya berat untuk lepaskan kamu sendiri, apakah ini jalan satu-satunya? istri saya katakan " tidak apa-apa kerja dulu nanti saya ikut ke Kaltim" Saya dari nikah sampai sekarang saya belum pernah merasakan arti dari hubungan kami, saya belum merasakan di saat kami hubungan intim saya tidak merasakan rasa mencintai waktu bermesraan berdua itu yang saya takut pada diri saya. pagi saya berakat naik pesawat menuju Kaltim, saya tiba di Kaltim, naik spead boot nyebrang lagi, besoknya saya mulai bekerja hari pertama saya. saya bekerja selama 5 bulan saya minta cuti untuk pulang ke Ende, sebelum saya cuti, dan selama saya di Kaltim, saya tidak pernah merasa istri saya kangen atau merindukan saya, cuma hari pertama saja dan selanjutnya sudah seperti biasa. saya telpon selalu istri saya mengatakan dia lagi sibuk sebentar baru telpon, malam saya telpon, alasan batrei low, agak malam baru telpon, telpon malam istri saya sudah tidur selalau begitu. Saya selalu berdoa untuk dia tiap mlam dan saya selalu jaga tingkah laku saya, sifat saya biar jangan salah langkah karena saya kerja jauh dan cuma lewat hp. Saaya menjaga hubungan suami istri saya di tempat kerja, dalam benah saya tidak sedikitpun mencurigai dia di Ende, tapi dia selalu curiga saya, saya rasa itu wajar.
Setelah saya minta cuti dan bos mengijinkan saya pulang cuti natal, saya gembira dan rasa pingin cepat ketemu istri saya di Ende. Setiba di Ende saya melepas rindu, kangen dengan dia. cuma sehari saya mengalami rindu yang dia miliki setelah itu biasa saja, kami ke kampung karena istri saya ikut caleg jadi saya membatu dukungan moral dukunga doa biar bagaimana dia istri saya. istri saya selalu menceritakan teman calegnya yang dia akrab, dia semangat menceritakan tentang laki-laki itu. Saya cuma pingin liburan saya penuh dengan cinta. tiba malam tahun baru saya, istri saya minta tolong untuk membuat pekerjaan nama-nama desa untuk ketik, waktu itu dia di kamar, saya lagi ketik di ruangan depan. kurang lima menit jam 00:00 dia teriak saya untuk berdoa, apasalhnya kalau dia keeluar dan panggil baik-baik, dia marah, saya ikut berdoa, setelah berdoa selesai ledaklah dia marah besar, saya bingung masalahnya dimana?kenapa bisa ribut besar begini, saya mulai rasa tidak enak, paginya dia mengatakan pulang tanggal berapa biar pesan tiket, saaya merasa berat, karena saya selama di Ende belum merasakan liburan yang penuh cinta, kebanyakan sibuk, dan sibuk, di kamar saja hubungan intim dia buat seperti ya begitu istri selalu melayani suami tapi rasa memiliki tidak ada sama sekali, saya coba untuk mengopi wanya waktu saya mau pulang ke Kaltim. setelah saya mengopi saya balik ke kaltim, saya mulai melihat isi chating wa dia, dari situ saya baru tau apa sebenarnya yang terjadi selama saya tidak di Ende. Saya suaminya yang sah secara gereja secara catatan nikah suci yang sumpah dan janji di depan Tuhan dan Alkitab. Saya merasa bersalah terhadap diri saya mungkin saya kurang romantis, kurang perhatiaan, kurang semuanya sehingga dia mencari laki-laki yang lebih dari saya, aapakah ini menyelesaikan persoalan? pertanyaan-pertanyaan selalu melintas di benah saya saampai saya merasa baan ini lemas, membaca isi wa, melihat foto, video dari saya copi wa istri saya, saya merasa malu, dan merasa sesak di dalm dada, siapa yang bisa mendengar keluh kesah saya aapa saaya harus diam, apakah saya harus marah dengan posisis saya ada di kaltim? saya cuma berdoa "Tuhan tolong bantu saya, saya takut saya berbuat yang tidak diinginkan" tujukan jalan bagi saya. Kami baru menikah 5 tahun belum di karunia anak..pernikahan kami masih umur jagung saya mohon bantu saya Tuhan cari jalan terbaik biar saya dengan istri saya bisa hidup dengan aman, malam saya coba telpon dan bercerita" maya saya minta maaf kalau saya sudah membuat kamu sakit, membuat kamu tidak bahagia. Saya tau semua salah saya saya kurang romantis, kurang semuanya sehingga kamu berbuat yang tidak pantas untuk saya lihat dan baca, sekali lagi saya mohon maaf maya, saya marah, saya rasa malu tapi itu semua sudah terjadi, saya tidak menyalahkan kamu, saya tidak bilang semua salah kamu dan didalam masalah ini tidak ada yang salah dan benar maya, saya cuma minta kita bisa merobahnyaa dan mulai lagi dari awal, kamu jangan berpikir yang bukan -bukan saya suami kamu wajar saya bicara, tapi saya tidak marah saya cuma minta jangan lagi but begitu saya malu maya, saya tidak bisa bicara apa-apa saya sangat sayang kamu, saya sampai di kaltim karena sepakat kita berdua untuk mencari rejeki yang lebih dan bisa bayar utang-utang yang sudah saya buat, saya minta tolong berhenti untuk itu semua di wa kamu"......Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar