Senin, 21 Januari 2019

Cerita Bersambung " Perjalanan Cinta Dengan Maya"

Perjalanan waktu, saya dengan maya mulai menjalin cinta namun mantan pacarnya maya masih mengejar maya dan tidak mau di putusin. Waktu saya lagi menelpon maya dari bali, mantan pacarnya maya ada ketemu maya di kantor dimana maya bekerja. Saya sempat dengar pertengkaran antara maya dengan mantan pacarnya, dan akhirnya mantan pacarnya tampar maya dan saya dengar maya menjerit sakit, saya rasanya mau teriak dan rasa jengkel mendengar jeritan maya yang di tampar oleh mantan pacarnya, setelah dia tampar dia meninggalkan maya dan pergi. Saya cuma bisa mendengar maya menangis dan saya merasa marah, saya langsung telpon saudara yang berada di kota Ende untuk membantu mencari mantan pacar maya. Saya minta maya untuk melaporkan di polisi bahwa yang di lakukan mantanya itu tidak benar biar dia tobat.perjalanan cinta kami sampai di kantor polisi. Saya dengan rasa tidak puas saya menelpon mantan pacarnya, saya beritau dia "kita laki-laki tidak bisa memaksa wanita untuk menyukai kita" saya sempat tanya maya kalau benar kalian sudah tidak ada hubungan berarti saya bisa mengisi hatimu yang kosong, karena saya tidak mau menyakitkan hati seseorang apalagi mantan maya teman sekolah saya di SMU. Saya mengatakan saya tidak bisa memaksa kalau maya masih mencinta kamu saya siap untuk mengundurkan diri, tapi maya memilih saya untuk menjadi teman hidupnya untuk serius menuju pernikahan. Saya masih kerja di bali dan saya ambil keputusan untuk bertemu maya di Ende, saya minta ijin di manager penginapan untuk ijin 2 minggu. Saya berangkat naik pesawat menuju Ende. Maya jemput saya di bandara Haji Arubusman Ende. Saya baru melihat dengan dekat seorang wanita yang cantik. Dalam hati saya berkata memang benar bagaiman mantanya bertahan tidak mau lepas si maya, orangnya  cantik, baik murah senyum..bagi saya maya malaikat yang dikirim Tuhan untuk menjadi pendamping saya selama hidup saya. Saya berdoa mengucap syukur kepada Tuhan, "terimakasih Tuhan engkau telah memberi saya seorang malaikat yang bagi saya begitu sempurnah untuk saya. Saya bertemu orang tua keluarga besarnya di Ende, dan kami melepas rindu di Ende, saya tidak mau sedetikpun untuk meninggalkan maya. waktu itu maya masih kulia smester akhir, saya di Ende membantu maya mengerjakan skripsi. Saya cuma berdoa "Tuhan kalau benar ini jodoh saya tunjukan kepada saya yang lebih nyata lagi.
waktu demi waktu tidak terasa masa ijin saya sisa 3 hari, saya beritau  maya saya balik dulu ke bali untuk kerja, tapi perasaan dan hati berlawanan karena saya tidak bisa lepas maya sendiri, saya diam sejenak dan saya bertemu orangtua untuk minta bantuan kalau ada pekerjaan di Ende tolong sampaikan biar saya pulang dan kerja di Ende, karena orang tua maya tidak mau kalau maya ke bali.
Setelah saya sampai di bali dan bekerja kurang lebih satu bulan paman dari Ende telpon minta saya pulang untuk bekerja di Ende di PT. PLN, hati saya terasa senang dan gembira terimakasih Tuhan akhirnya saya bisa bersama maya di Ende....Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar