Kamis, 24 Januari 2019
Jarak membuat Ketakutan dan Gelisah
Jarak yang begitu jauh antara saya dan istri saya, dimana saya harus bekerja di seberang laut dan cuma bisa lewat komunikasi by phone, perasaan takut, gelisa, kangen semua menjadi satu. Saya cuma bisa berdoa dan bisa menyerahkan semua kepada Tuhan. Saya manusia biasa dan sebagai suami yang penuh raasa bersalah dan penuh rasa risau saya tidak tau harus bagaimana, saya cuma bisa menikmati pekerjaan yang saya lakukan, mendengar musik. Saya selalu di hantui dengan apa yang terjadi antara istri saya dengan laki-laki lain, walaupun orang bisa mengatakan itu cuma dunia maya, dunia dimana orang yang berada di media sosial seperti facebook, wa, semua tidak nyata, tapi itu semua akan nyata bila di dunia maya itu orang-orang yang kitakenal setiap hari, mereka cuma memakai media sosial sebagai alat untuk mereka berinteraksi, tapi mereka itunyata. Saya kadang merenung dan melihat kembali apa yang pernah saya perbuat di waktu saya masih bersama istri saya di Ende, ssaya sadar banyak sekali perbuatan saya yang kurang baik terhadap istri saya. Semua sudah berlalu dan saya juga harus bisa merubah gaya hidup saya, cara hidup saya yang sangat ego, kemungkinan semua yang terjadi penyebab dari saya sendiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar