cerita tentang kehidupan cinta saya
Kamis, 24 Januari 2019
Jarak membuat Ketakutan dan Gelisah
Jarak yang begitu jauh antara saya dan istri saya, dimana saya harus bekerja di seberang laut dan cuma bisa lewat komunikasi by phone, perasaan takut, gelisa, kangen semua menjadi satu. Saya cuma bisa berdoa dan bisa menyerahkan semua kepada Tuhan. Saya manusia biasa dan sebagai suami yang penuh raasa bersalah dan penuh rasa risau saya tidak tau harus bagaimana, saya cuma bisa menikmati pekerjaan yang saya lakukan, mendengar musik. Saya selalu di hantui dengan apa yang terjadi antara istri saya dengan laki-laki lain, walaupun orang bisa mengatakan itu cuma dunia maya, dunia dimana orang yang berada di media sosial seperti facebook, wa, semua tidak nyata, tapi itu semua akan nyata bila di dunia maya itu orang-orang yang kitakenal setiap hari, mereka cuma memakai media sosial sebagai alat untuk mereka berinteraksi, tapi mereka itunyata. Saya kadang merenung dan melihat kembali apa yang pernah saya perbuat di waktu saya masih bersama istri saya di Ende, ssaya sadar banyak sekali perbuatan saya yang kurang baik terhadap istri saya. Semua sudah berlalu dan saya juga harus bisa merubah gaya hidup saya, cara hidup saya yang sangat ego, kemungkinan semua yang terjadi penyebab dari saya sendiri.
Rabu, 23 Januari 2019
Pemberkatan Nikah
Kami menikah tanggal 5 juli 2013, dan lanjut malam repsepsi di gedung, banyak yang datang untuk bersama meramaikan acara pernikahan kami berdua. Saya sempat berbicara dengan maya di malam bahagia kami di gedung, "ini awal babak baru menuju rumah tangga yang baru maya". setelah seminggu melewati acara pernikahan kami menjadi pasangan suami istri yang baru menata kehidupan dua hati yang berbeda dalam satu atap. saya bekerja di salah satu perusahan yang bergerak di bidang layanan jasa yang bekerja sama dengan salah satu maskapai penerbangan di Ende. Saya bekerja selama 8 bulan, selama 8 bulan saya bekerja dan hidup berumah tangga memang sangat berat apalagi waktu itu kami hidup bersama orang tua di rumah. Saya bekerja dari jam 06:00 pagi, tergantung pesawat yang masuk, kadang cepat pulang kerja tidak menentu., maya pagi jam 08:00 harus masuk kerja, maya bekerja di salah satu koperasi dinas pegawai negeri di Ende, jadi kami harus bangun pagi jam 05:00, apalagi maya merasa tidak enak kalau bangun agak kesiangan, dan juga mama saya ini orangnya selalu bangun pagi dan kebiasaan buruk mama saya itu dia selalu menggedor kamar kami yang lagi tidur, dan juga selalu membuat maya jadi tidak enak di rumah. Malam sebelum kami tidur maya beritau saya "bagaimana kalau kita sewa rumah kak?", saya tanya balik ke maya kenapa kamu bisa berpikir begitu? iya, soalnya mama selalu muka tidak suka kalau saaya bangun terlambat, apalagi pulang kerja jam 16:00. perlu istrahat santai dulu, tapi mama ini tidak mau yang mama mau itu harus bekerja beresin pekerjaan rumah. Awalnya saya dengar dari maya saya terima dan saya harus lihat sendiri benar apa tidak, ternyata apa yang dikatakan istri saya maya ini benar, kalau istri saya istrahat siang dan bangun terlambat langsung muka orang tua ( mama ) wajah marah, banting-banting barang di dapur. Saya juga kasihan dengan istri saya, saya aambil jalan tenga. saya bicara dengan mama sendiri di dapur, tapi watak mama saya ini keras. Dia mau anak mantu itu haus kerja kalau pulang kerja, dan jangan lihat barang yang kotor sedikit langsung muka marah. Malam hari di kamar saya bicara dengan istri saya "besok kita keluar dari rumah in", maya kaget "kenapa keluar secepat itu"? "iya maya kalau kita terus di rumah ini kita tidak berkembang apalagi dengan sifat mama saya yang keras begitu". Besok siang saya kemas barang-barang, pakaian kami keluar ke rumah sewahan dimana rumah itu menjadi kantor dari istri saya bekerja. saya bicara dengan bapak bahwah kami mau tinggal sendiri, bapak saya marah kenapa kamu mau tinggal sendiri? iya kami mau jalanin hidup sendiri karena kami sudah berkeluarga, awalnya orang tua saya tidak terima dengan keputusan yang saya ambil. Saya berpikir bahwa sudahlah ini menjadi tanggung jawab saya dan menjadi keputusan saya mau bagaiman kehidupan saya dengan istri saya, kami harus sendiri.
Seiring berjalannya waktu, saya ini kebiasaan pegang uang dan waktu hidup bersama semua kebutuhan harus istri juga tau, kesalahan fatal saya awal, bermain judi togel, jadi kehidupan saya mulai tidak jujur terhadap istri. Saya masih kerja di bandara Ende, saya selalu pakai uang teman untuk maain togel, suatu saat istri saya tau kalau saya main togel pakai uang teman, ribut besar antara kami berdua, awal nikah tempramen masing masing masih tinggi, saya juga egonya tinggi sudah tau salah tapi masih ngotot, terjadilah pertengkarang, selesai dari itu, paman saya masukan saya ke PT. PLN bagian PLTU, saya sebagai security. Selama saya bekerja sebagai security, kehidupan bermain togel belum hilang saya tergoda terus. Saya mapai pinjam uang di koperasi, pinjam ung di teman juga, yang penting hidup saya mulai kacau. Didalam hidup berumah tangga saat itu tidak seindah pacaran awal, saya selalu berjalan dengan kebohongan, maya mulai capeh dan rasa kepercayaannya terhadap saya mulai berkurang, istri saya maya mulai mengenal facebook dari awal istri saya maya mengenal facebook sifatnya mulai berubah, mungkin maya capeh dengan sifat saya yang selalu membohongi dia. Kehidupan istri saya selama mengenal facebook perubahan mulai hp selalu di pegang terus, selalu di kamar, makan malam, makan siang tidak bersama-sama lagi selalu sibuk dengan facebook. Saya mulai timbul perasaan curiga terhadap istri saya, tapi dalam hati kecil saya mengatakan tidak mungkin istri saya berbuat begitu. hari demi hari tingkanya mulai aneh, dan selalu menelpon di saat saya piket malam, sore, pagi. saya coba cek di facebooknya dan mulai cari tau, terlalu banyak yang inbox dan aada beberapa yang sudah menyimpang dari pertemanan, saya mulai rasa sakit, cemburu, tapi saya buat seperti biasa di depan istri saya, saya pernah mendengar langsung bagaimana istri saya berbicar di tlpon bersama laki-laki lain. Saya merasa bersalah dan bertanya dalam hati saya "apakah ini mimpi"? kenapa bisa terjadi dan saya cuma bisa lihat dan tiak bisa bicara? berbicara dengan saya selalu dengan nada yang tidak enak, dan selalu bilang saya bodoh, kurang kebersihan, kurang rapih, terlalu gemuk, dan selalu membandingkan saya dengan yang lain.
hubungan ranjang juga cuma begitu saja tidak seperti biasanya, daan selalu kalau lagi sama-sama di kamar selalau mengigat masalah-masalah, dan membuat suasana tidak enak, sebelum tidur saya selalu pijat kakinya dan itu harus tiap malam apa dia menghidar dari ajakan saya untuk berhubungan intim? itu selalu bertanya-tanya di benak saya. Saya selalau salah apa yang saya perbuat, dan selalu tidak benar. Suatu malam saya bicara dengan baik-baik tapi selalu mengatakan tidak dan selalu mencari kesalahan saya untukmenjadi tameng dia sebagai senjata menerang balik saya. Saya merasa sudah tidak terbendung saya marah dan mengungkap semua apa yang saya lihat dan apa yang saya dapat, saya luapkan emosi saya denga berkata pelan-pelan walaupun measa sakt, dan sangat menyesal saya berusaha untuk mengatakan deengan tenang, tapi istri saya tetap mengelah dan mengatakan saya yang tidak baik di matanya, saya mulai ribut, waktu itu saya mau berangkat piket malam. Saya bingung dengan saya sendiri, kenapa saya menjadi suami, laki-laki yang selalu salah, jelek di mata istri sendiri, dan merasa jijik untuk berhubungan intin dengan ssuami sendiri? apakah kesalahan saya yang saya buat terhadap istri saya sangat fatal jadi dia seperti begini terhadap saya?saya berdoa 'Tuhan kalau memang saya salah hukum saya jangan jadikan saya sebagai boneka istri saya" saya sangat meencintai, sangat sayang dia, saya tidak mau kehilangan dia, saya tau banyak kesalahan saya dan banyak dosa saya terhadap istri saya, tapi jangan buat saya seperti boneka yang di pajang di kamar, di saat suka baru memeluk. Saya memang penjahat di saat muda, tapi saya tidak pernah sedikit pun mengganggu istri orang apalagi sampai telpon yang bicara ke intim saya tidak pernah dan tidak akan pernah, kenapa istri saya melakukan ini? Saya merasa sampai sekarang ini istri saya belum sepenuhnya mencintai saya. setelah berjalan 3 tahun saya kerja sebagai security, dan banyak utang kami yang kami harus tutup, dan itu kesaalahan saya dan sebagai suami yang salaha saya siap untuk merubah gaya hidup saya yang salah, istri saya selalu mengeluh dengan utang, malam mau tidur juga bicara utang, saya jadi beban, semua masalah seelalu cerita dengan saya, di saat telpon dengan orang lain sangat mesrah ketawa, bercanda di telpon, saya kadang bingung kenapa selalu dengan saya bicara yang serius kadang canda tawanya. Pada waktu malam saya piket saya tergoda dengan teman untuk menjual kabel tembaga di kantor, saya ingat istri saya mengeluh utang, jadi memang jalan yang saya lakukan ini salah tapi saya lakukan itu sudah berjalan selama 1 bulan saya menjual kabel tembaga di kantor, dan akhirnya kedapatan saya di keluarkan dari kantor, saya beritau istri saya bahwa saya tidak bekerja lagi, dan dia menangis, saya cerita semua yang terjadi, untuk sementara saya ojek. Saya ojek pagi sampai siang, saya tau saya yang membuat semua ini di dalam rumah tangga saya jadi kacau. Istri saya selalu mengeluh di saat saya ojek, bahwa utang masih banyak, jadi hidup saya sudah dipenuhi dengan masalah utang, saya bingung apa lagi yang saya harus buat, saya menulis surat lamaran kerja dan masukin semua surat lamaran krja belum ada yang panggil. istri saya selalu mengatakan ini salah kamu kamu yang buat semua jadi begini, apapun masalah yang datang saya menjadi tempat pelempiasaan, saya terima semua dan saya siap menghadapi, kenapa saya belum merasakan rasa istri saya memiliki saya, saya dimata istri saya suami yang tidak tanggung jawab, tidak romantis, tdak peduli dengan dia, saya bingung apa yang selalu salah saya dimatanya. Saya tau saya orangnya yang membuat istri saya menjadi banyak utang tapi bukan sampai membenci saya dan sampi tidak merasakan rasa cinta atau rasa memiliki suami, istri saya selalu menceritakan dengan laki-laki lain dan merasa nyaman dengan mereka yang di telpon. setelah masuk bulan juli 2018 saya bekerja di Kalimaantan Timur, dimana paman saya menelpon istri saya dan menyampaikan "kalau mau don kerja di Kaltim"? istri saya pengaruh utang banyak dia mengataakan ia dengan om. Saya pulang ojek istri saya sampaikan bahwa paman yang ada di Kaltim tawar kerja disana, awal saya berat untuk mengatakan ia, banyak sekali pertimbangan saya utuk berangkat dari mendengarkan tawaran dari paman istri saya senang, saya mersa sangat jauh untuk meninggalkan dia sendiri di kota Ende dimana saya baru pertama kali merantau sejauh ini, saya berharap dari surat lamaran kerja ini bisa panggil duluan biar saya kerja di Ende.Saya air mata jatuh tiap malam mengingat saya harus tinggalkan dia di Ende saya cuma air mata dan merasa bersalah "Tuhan kalau memang ini jalan saya untuk bisa menebus dosa-dosa saya kepada istri saya, saya siap". Saya di telpon paman dari Kaltim bawah saya harus berangkat tanggal 7 juli 2018, waktu itu sisa dua minggu, saya merasa perih dan sakit di dalam hati seperti orang yang putus cinta, hari demi hari bersama istri saya yang tinggal dua minggu, dia mengurus semua perlengkapan saya untuk berangkat nanti. Saya melihat wajahnya dan cuma bisa bilang "saya kerja jauh" berat rasanya melepaskan dia sendiri di kota Ende, tapi satu sisi kami banyak utang yang harus di selesaikan, rasa ingin teriak...Besok saya mau berangkat malamnya saya tanya kepada istri saya "saya benar pergi kerja jauh"? saya seperti mimpi dan saya berat untuk lepaskan kamu sendiri, apakah ini jalan satu-satunya? istri saya katakan " tidak apa-apa kerja dulu nanti saya ikut ke Kaltim" Saya dari nikah sampai sekarang saya belum pernah merasakan arti dari hubungan kami, saya belum merasakan di saat kami hubungan intim saya tidak merasakan rasa mencintai waktu bermesraan berdua itu yang saya takut pada diri saya. pagi saya berakat naik pesawat menuju Kaltim, saya tiba di Kaltim, naik spead boot nyebrang lagi, besoknya saya mulai bekerja hari pertama saya. saya bekerja selama 5 bulan saya minta cuti untuk pulang ke Ende, sebelum saya cuti, dan selama saya di Kaltim, saya tidak pernah merasa istri saya kangen atau merindukan saya, cuma hari pertama saja dan selanjutnya sudah seperti biasa. saya telpon selalu istri saya mengatakan dia lagi sibuk sebentar baru telpon, malam saya telpon, alasan batrei low, agak malam baru telpon, telpon malam istri saya sudah tidur selalau begitu. Saya selalu berdoa untuk dia tiap mlam dan saya selalu jaga tingkah laku saya, sifat saya biar jangan salah langkah karena saya kerja jauh dan cuma lewat hp. Saaya menjaga hubungan suami istri saya di tempat kerja, dalam benah saya tidak sedikitpun mencurigai dia di Ende, tapi dia selalu curiga saya, saya rasa itu wajar.
Setelah saya minta cuti dan bos mengijinkan saya pulang cuti natal, saya gembira dan rasa pingin cepat ketemu istri saya di Ende. Setiba di Ende saya melepas rindu, kangen dengan dia. cuma sehari saya mengalami rindu yang dia miliki setelah itu biasa saja, kami ke kampung karena istri saya ikut caleg jadi saya membatu dukungan moral dukunga doa biar bagaimana dia istri saya. istri saya selalu menceritakan teman calegnya yang dia akrab, dia semangat menceritakan tentang laki-laki itu. Saya cuma pingin liburan saya penuh dengan cinta. tiba malam tahun baru saya, istri saya minta tolong untuk membuat pekerjaan nama-nama desa untuk ketik, waktu itu dia di kamar, saya lagi ketik di ruangan depan. kurang lima menit jam 00:00 dia teriak saya untuk berdoa, apasalhnya kalau dia keeluar dan panggil baik-baik, dia marah, saya ikut berdoa, setelah berdoa selesai ledaklah dia marah besar, saya bingung masalahnya dimana?kenapa bisa ribut besar begini, saya mulai rasa tidak enak, paginya dia mengatakan pulang tanggal berapa biar pesan tiket, saaya merasa berat, karena saya selama di Ende belum merasakan liburan yang penuh cinta, kebanyakan sibuk, dan sibuk, di kamar saja hubungan intim dia buat seperti ya begitu istri selalu melayani suami tapi rasa memiliki tidak ada sama sekali, saya coba untuk mengopi wanya waktu saya mau pulang ke Kaltim. setelah saya mengopi saya balik ke kaltim, saya mulai melihat isi chating wa dia, dari situ saya baru tau apa sebenarnya yang terjadi selama saya tidak di Ende. Saya suaminya yang sah secara gereja secara catatan nikah suci yang sumpah dan janji di depan Tuhan dan Alkitab. Saya merasa bersalah terhadap diri saya mungkin saya kurang romantis, kurang perhatiaan, kurang semuanya sehingga dia mencari laki-laki yang lebih dari saya, aapakah ini menyelesaikan persoalan? pertanyaan-pertanyaan selalu melintas di benah saya saampai saya merasa baan ini lemas, membaca isi wa, melihat foto, video dari saya copi wa istri saya, saya merasa malu, dan merasa sesak di dalm dada, siapa yang bisa mendengar keluh kesah saya aapa saaya harus diam, apakah saya harus marah dengan posisis saya ada di kaltim? saya cuma berdoa "Tuhan tolong bantu saya, saya takut saya berbuat yang tidak diinginkan" tujukan jalan bagi saya. Kami baru menikah 5 tahun belum di karunia anak..pernikahan kami masih umur jagung saya mohon bantu saya Tuhan cari jalan terbaik biar saya dengan istri saya bisa hidup dengan aman, malam saya coba telpon dan bercerita" maya saya minta maaf kalau saya sudah membuat kamu sakit, membuat kamu tidak bahagia. Saya tau semua salah saya saya kurang romantis, kurang semuanya sehingga kamu berbuat yang tidak pantas untuk saya lihat dan baca, sekali lagi saya mohon maaf maya, saya marah, saya rasa malu tapi itu semua sudah terjadi, saya tidak menyalahkan kamu, saya tidak bilang semua salah kamu dan didalam masalah ini tidak ada yang salah dan benar maya, saya cuma minta kita bisa merobahnyaa dan mulai lagi dari awal, kamu jangan berpikir yang bukan -bukan saya suami kamu wajar saya bicara, tapi saya tidak marah saya cuma minta jangan lagi but begitu saya malu maya, saya tidak bisa bicara apa-apa saya sangat sayang kamu, saya sampai di kaltim karena sepakat kita berdua untuk mencari rejeki yang lebih dan bisa bayar utang-utang yang sudah saya buat, saya minta tolong berhenti untuk itu semua di wa kamu"......Bersambung
Seiring berjalannya waktu, saya ini kebiasaan pegang uang dan waktu hidup bersama semua kebutuhan harus istri juga tau, kesalahan fatal saya awal, bermain judi togel, jadi kehidupan saya mulai tidak jujur terhadap istri. Saya masih kerja di bandara Ende, saya selalu pakai uang teman untuk maain togel, suatu saat istri saya tau kalau saya main togel pakai uang teman, ribut besar antara kami berdua, awal nikah tempramen masing masing masih tinggi, saya juga egonya tinggi sudah tau salah tapi masih ngotot, terjadilah pertengkarang, selesai dari itu, paman saya masukan saya ke PT. PLN bagian PLTU, saya sebagai security. Selama saya bekerja sebagai security, kehidupan bermain togel belum hilang saya tergoda terus. Saya mapai pinjam uang di koperasi, pinjam ung di teman juga, yang penting hidup saya mulai kacau. Didalam hidup berumah tangga saat itu tidak seindah pacaran awal, saya selalu berjalan dengan kebohongan, maya mulai capeh dan rasa kepercayaannya terhadap saya mulai berkurang, istri saya maya mulai mengenal facebook dari awal istri saya maya mengenal facebook sifatnya mulai berubah, mungkin maya capeh dengan sifat saya yang selalu membohongi dia. Kehidupan istri saya selama mengenal facebook perubahan mulai hp selalu di pegang terus, selalu di kamar, makan malam, makan siang tidak bersama-sama lagi selalu sibuk dengan facebook. Saya mulai timbul perasaan curiga terhadap istri saya, tapi dalam hati kecil saya mengatakan tidak mungkin istri saya berbuat begitu. hari demi hari tingkanya mulai aneh, dan selalu menelpon di saat saya piket malam, sore, pagi. saya coba cek di facebooknya dan mulai cari tau, terlalu banyak yang inbox dan aada beberapa yang sudah menyimpang dari pertemanan, saya mulai rasa sakit, cemburu, tapi saya buat seperti biasa di depan istri saya, saya pernah mendengar langsung bagaimana istri saya berbicar di tlpon bersama laki-laki lain. Saya merasa bersalah dan bertanya dalam hati saya "apakah ini mimpi"? kenapa bisa terjadi dan saya cuma bisa lihat dan tiak bisa bicara? berbicara dengan saya selalu dengan nada yang tidak enak, dan selalu bilang saya bodoh, kurang kebersihan, kurang rapih, terlalu gemuk, dan selalu membandingkan saya dengan yang lain.
hubungan ranjang juga cuma begitu saja tidak seperti biasanya, daan selalu kalau lagi sama-sama di kamar selalau mengigat masalah-masalah, dan membuat suasana tidak enak, sebelum tidur saya selalu pijat kakinya dan itu harus tiap malam apa dia menghidar dari ajakan saya untuk berhubungan intim? itu selalu bertanya-tanya di benak saya. Saya selalau salah apa yang saya perbuat, dan selalu tidak benar. Suatu malam saya bicara dengan baik-baik tapi selalu mengatakan tidak dan selalu mencari kesalahan saya untukmenjadi tameng dia sebagai senjata menerang balik saya. Saya merasa sudah tidak terbendung saya marah dan mengungkap semua apa yang saya lihat dan apa yang saya dapat, saya luapkan emosi saya denga berkata pelan-pelan walaupun measa sakt, dan sangat menyesal saya berusaha untuk mengatakan deengan tenang, tapi istri saya tetap mengelah dan mengatakan saya yang tidak baik di matanya, saya mulai ribut, waktu itu saya mau berangkat piket malam. Saya bingung dengan saya sendiri, kenapa saya menjadi suami, laki-laki yang selalu salah, jelek di mata istri sendiri, dan merasa jijik untuk berhubungan intin dengan ssuami sendiri? apakah kesalahan saya yang saya buat terhadap istri saya sangat fatal jadi dia seperti begini terhadap saya?saya berdoa 'Tuhan kalau memang saya salah hukum saya jangan jadikan saya sebagai boneka istri saya" saya sangat meencintai, sangat sayang dia, saya tidak mau kehilangan dia, saya tau banyak kesalahan saya dan banyak dosa saya terhadap istri saya, tapi jangan buat saya seperti boneka yang di pajang di kamar, di saat suka baru memeluk. Saya memang penjahat di saat muda, tapi saya tidak pernah sedikit pun mengganggu istri orang apalagi sampai telpon yang bicara ke intim saya tidak pernah dan tidak akan pernah, kenapa istri saya melakukan ini? Saya merasa sampai sekarang ini istri saya belum sepenuhnya mencintai saya. setelah berjalan 3 tahun saya kerja sebagai security, dan banyak utang kami yang kami harus tutup, dan itu kesaalahan saya dan sebagai suami yang salaha saya siap untuk merubah gaya hidup saya yang salah, istri saya selalu mengeluh dengan utang, malam mau tidur juga bicara utang, saya jadi beban, semua masalah seelalu cerita dengan saya, di saat telpon dengan orang lain sangat mesrah ketawa, bercanda di telpon, saya kadang bingung kenapa selalu dengan saya bicara yang serius kadang canda tawanya. Pada waktu malam saya piket saya tergoda dengan teman untuk menjual kabel tembaga di kantor, saya ingat istri saya mengeluh utang, jadi memang jalan yang saya lakukan ini salah tapi saya lakukan itu sudah berjalan selama 1 bulan saya menjual kabel tembaga di kantor, dan akhirnya kedapatan saya di keluarkan dari kantor, saya beritau istri saya bahwa saya tidak bekerja lagi, dan dia menangis, saya cerita semua yang terjadi, untuk sementara saya ojek. Saya ojek pagi sampai siang, saya tau saya yang membuat semua ini di dalam rumah tangga saya jadi kacau. Istri saya selalu mengeluh di saat saya ojek, bahwa utang masih banyak, jadi hidup saya sudah dipenuhi dengan masalah utang, saya bingung apa lagi yang saya harus buat, saya menulis surat lamaran kerja dan masukin semua surat lamaran krja belum ada yang panggil. istri saya selalu mengatakan ini salah kamu kamu yang buat semua jadi begini, apapun masalah yang datang saya menjadi tempat pelempiasaan, saya terima semua dan saya siap menghadapi, kenapa saya belum merasakan rasa istri saya memiliki saya, saya dimata istri saya suami yang tidak tanggung jawab, tidak romantis, tdak peduli dengan dia, saya bingung apa yang selalu salah saya dimatanya. Saya tau saya orangnya yang membuat istri saya menjadi banyak utang tapi bukan sampai membenci saya dan sampi tidak merasakan rasa cinta atau rasa memiliki suami, istri saya selalu menceritakan dengan laki-laki lain dan merasa nyaman dengan mereka yang di telpon. setelah masuk bulan juli 2018 saya bekerja di Kalimaantan Timur, dimana paman saya menelpon istri saya dan menyampaikan "kalau mau don kerja di Kaltim"? istri saya pengaruh utang banyak dia mengataakan ia dengan om. Saya pulang ojek istri saya sampaikan bahwa paman yang ada di Kaltim tawar kerja disana, awal saya berat untuk mengatakan ia, banyak sekali pertimbangan saya utuk berangkat dari mendengarkan tawaran dari paman istri saya senang, saya mersa sangat jauh untuk meninggalkan dia sendiri di kota Ende dimana saya baru pertama kali merantau sejauh ini, saya berharap dari surat lamaran kerja ini bisa panggil duluan biar saya kerja di Ende.Saya air mata jatuh tiap malam mengingat saya harus tinggalkan dia di Ende saya cuma air mata dan merasa bersalah "Tuhan kalau memang ini jalan saya untuk bisa menebus dosa-dosa saya kepada istri saya, saya siap". Saya di telpon paman dari Kaltim bawah saya harus berangkat tanggal 7 juli 2018, waktu itu sisa dua minggu, saya merasa perih dan sakit di dalam hati seperti orang yang putus cinta, hari demi hari bersama istri saya yang tinggal dua minggu, dia mengurus semua perlengkapan saya untuk berangkat nanti. Saya melihat wajahnya dan cuma bisa bilang "saya kerja jauh" berat rasanya melepaskan dia sendiri di kota Ende, tapi satu sisi kami banyak utang yang harus di selesaikan, rasa ingin teriak...Besok saya mau berangkat malamnya saya tanya kepada istri saya "saya benar pergi kerja jauh"? saya seperti mimpi dan saya berat untuk lepaskan kamu sendiri, apakah ini jalan satu-satunya? istri saya katakan " tidak apa-apa kerja dulu nanti saya ikut ke Kaltim" Saya dari nikah sampai sekarang saya belum pernah merasakan arti dari hubungan kami, saya belum merasakan di saat kami hubungan intim saya tidak merasakan rasa mencintai waktu bermesraan berdua itu yang saya takut pada diri saya. pagi saya berakat naik pesawat menuju Kaltim, saya tiba di Kaltim, naik spead boot nyebrang lagi, besoknya saya mulai bekerja hari pertama saya. saya bekerja selama 5 bulan saya minta cuti untuk pulang ke Ende, sebelum saya cuti, dan selama saya di Kaltim, saya tidak pernah merasa istri saya kangen atau merindukan saya, cuma hari pertama saja dan selanjutnya sudah seperti biasa. saya telpon selalu istri saya mengatakan dia lagi sibuk sebentar baru telpon, malam saya telpon, alasan batrei low, agak malam baru telpon, telpon malam istri saya sudah tidur selalau begitu. Saya selalu berdoa untuk dia tiap mlam dan saya selalu jaga tingkah laku saya, sifat saya biar jangan salah langkah karena saya kerja jauh dan cuma lewat hp. Saaya menjaga hubungan suami istri saya di tempat kerja, dalam benah saya tidak sedikitpun mencurigai dia di Ende, tapi dia selalu curiga saya, saya rasa itu wajar.
Setelah saya minta cuti dan bos mengijinkan saya pulang cuti natal, saya gembira dan rasa pingin cepat ketemu istri saya di Ende. Setiba di Ende saya melepas rindu, kangen dengan dia. cuma sehari saya mengalami rindu yang dia miliki setelah itu biasa saja, kami ke kampung karena istri saya ikut caleg jadi saya membatu dukungan moral dukunga doa biar bagaimana dia istri saya. istri saya selalu menceritakan teman calegnya yang dia akrab, dia semangat menceritakan tentang laki-laki itu. Saya cuma pingin liburan saya penuh dengan cinta. tiba malam tahun baru saya, istri saya minta tolong untuk membuat pekerjaan nama-nama desa untuk ketik, waktu itu dia di kamar, saya lagi ketik di ruangan depan. kurang lima menit jam 00:00 dia teriak saya untuk berdoa, apasalhnya kalau dia keeluar dan panggil baik-baik, dia marah, saya ikut berdoa, setelah berdoa selesai ledaklah dia marah besar, saya bingung masalahnya dimana?kenapa bisa ribut besar begini, saya mulai rasa tidak enak, paginya dia mengatakan pulang tanggal berapa biar pesan tiket, saaya merasa berat, karena saya selama di Ende belum merasakan liburan yang penuh cinta, kebanyakan sibuk, dan sibuk, di kamar saja hubungan intim dia buat seperti ya begitu istri selalu melayani suami tapi rasa memiliki tidak ada sama sekali, saya coba untuk mengopi wanya waktu saya mau pulang ke Kaltim. setelah saya mengopi saya balik ke kaltim, saya mulai melihat isi chating wa dia, dari situ saya baru tau apa sebenarnya yang terjadi selama saya tidak di Ende. Saya suaminya yang sah secara gereja secara catatan nikah suci yang sumpah dan janji di depan Tuhan dan Alkitab. Saya merasa bersalah terhadap diri saya mungkin saya kurang romantis, kurang perhatiaan, kurang semuanya sehingga dia mencari laki-laki yang lebih dari saya, aapakah ini menyelesaikan persoalan? pertanyaan-pertanyaan selalu melintas di benah saya saampai saya merasa baan ini lemas, membaca isi wa, melihat foto, video dari saya copi wa istri saya, saya merasa malu, dan merasa sesak di dalm dada, siapa yang bisa mendengar keluh kesah saya aapa saaya harus diam, apakah saya harus marah dengan posisis saya ada di kaltim? saya cuma berdoa "Tuhan tolong bantu saya, saya takut saya berbuat yang tidak diinginkan" tujukan jalan bagi saya. Kami baru menikah 5 tahun belum di karunia anak..pernikahan kami masih umur jagung saya mohon bantu saya Tuhan cari jalan terbaik biar saya dengan istri saya bisa hidup dengan aman, malam saya coba telpon dan bercerita" maya saya minta maaf kalau saya sudah membuat kamu sakit, membuat kamu tidak bahagia. Saya tau semua salah saya saya kurang romantis, kurang semuanya sehingga kamu berbuat yang tidak pantas untuk saya lihat dan baca, sekali lagi saya mohon maaf maya, saya marah, saya rasa malu tapi itu semua sudah terjadi, saya tidak menyalahkan kamu, saya tidak bilang semua salah kamu dan didalam masalah ini tidak ada yang salah dan benar maya, saya cuma minta kita bisa merobahnyaa dan mulai lagi dari awal, kamu jangan berpikir yang bukan -bukan saya suami kamu wajar saya bicara, tapi saya tidak marah saya cuma minta jangan lagi but begitu saya malu maya, saya tidak bisa bicara apa-apa saya sangat sayang kamu, saya sampai di kaltim karena sepakat kita berdua untuk mencari rejeki yang lebih dan bisa bayar utang-utang yang sudah saya buat, saya minta tolong berhenti untuk itu semua di wa kamu"......Bersambung
Menjalin Cinta Bersama Maya di kota Ende
Saya pulang ke ende bulan Maret 2013 untuk bekerja di kota Ende. Saya langsung mengurus berkas lamaran kerja untuk bekerja di PT. PLN Ende, tapi saya dapat tempat tugas di luar kota di salah satu kabupaten Nagekeo ( Mbay ) ibukota Bajawa. Setelah saya bekerja di mbay saya selalu pulang di waktu aplos shif jaga, saya kerja sebagai oprator mesin disel di bagian PLTD. Dengan seiring waktu berjalan kami selalu bersama disaat saya bekerja di mbay maya selalu mengunjungi saya waktu maya libur, dan kami selalu bersama terus, Pada suatu ketika saya lagi piket di mesin PLTD yang harus selalu siaga, maya telpon saya beritau "tunggu saya kerja selesai baru telpon"maya tidak mau dan harus angkat kalau di telpon, jadilah pertengkaran yang sebenarnya tidak ada masalah. Dalam perjalanan cinta bersama maya selalu ada perdebatan yang hal sepele di buat besar, Maya orangnya harus ikut apa yang dia mau itu yang saya awalnya masih belajar banyak jadi saya banyak mengalah, di saat ribut waktu saya lagi piket, setelah piket saya harus ke rumah di Ende tempuh jarak 2 jam, saya tidak mau masalah ini cuma bertengkar lewat by HP, saya mau selesai empat mata dan mencari apa masalahnya sehingga harus ribut. selalama pacaran selalu ada gesekan karena saya lama angkat telpon, pulang piket terlambat, saya tinggal di kost di mbay. kalau saya ada telpon masuk atau saya lagi bicara dengan teman yang telpon, orangtua telpon, selalu curiga yang bukan-bukan maya terhadap saya, maya orangnya sangat sensitif dengan apa yang di alami sebelumnya dengan saya terbawa sampai ke hubungan saya ddengan dia ( maya ).Terkadang terlintas di pikiran kenapa saya harus mengenal cinta? kenapa saya jadi seperti orang yang tidak punya mulut dan kenapa saya harus mengala terus?memang saya akui saya juga banyak salah dan banyak kekurangan, saya punya masa lalu seperti maya, kadang saya selalu mebuat maya marah mengenai uang. Saya pernah pinjam uang di Bank BRI untuk keperluan orang tua, saya tidak sampaikan di maya, karena menurut saya tidak masalah, ternyata saya sampaikan jadi masalah besar, saya kadang bingung dengan apa yang ada di dalam otak maya itu pada saat kami pacaran. Saya selalu mengalah dan selalu menerima marahan maya yang sangat kasar kalau maya lagi marah dan kesal, semuayang ada di benaknya di keluarkan tanpa berpikir apa benar saya bicara begini itu yang saya merasakan waktu pacaran, dan kami berdua ingin menikah, orangtua maya minta saya untuk cepat urus, karena tiddak enak dengan tetangga apalagi saya dengan maya sudah tidur sama-sama. Saya sampaikan di orangtua saya untuk melamar maya, orangtua setuju dan saya melamar maya dan membuat kesepakatan bulan juni 2013 kami menikah. Dalam perjalanan menujuh pernikahan banyak obaan yang kami alami dimana saya haus kluar dari tempat kerja dengan alasan yang tidak tepat, dan saya dengan maya kurang dari 2 minggu mau nikah kami harus urus pekerjaan saya yang sudah berantakan, manaalagi masalah i dalam keluarga yang dimana keluarga saya yang ada tidak setujuh dengan pernikahan saya dengan maya membuat skenario begitu banyak, sehingga maya menjadi stres, tinggal 2 hari mau menikah maya menghilang dan dia bilang dia tidak mau nikah, saya rasanya mau gila dan bingug, buntu pikiran saya cuma berdoa "Tuhan saya minta tolong kuatkan saya beri saya jalan yang terbaik dan jauhkan saya dari setan yang menghantui saya saat ini" saya cari maya keliling kota Ende malam hari. Saya berkata dalam hati "inilah cinta
Senin, 21 Januari 2019
Cerita Bersambung " Perjalanan Cinta Dengan Maya"
Perjalanan waktu, saya dengan maya mulai menjalin cinta namun mantan pacarnya maya masih mengejar maya dan tidak mau di putusin. Waktu saya lagi menelpon maya dari bali, mantan pacarnya maya ada ketemu maya di kantor dimana maya bekerja. Saya sempat dengar pertengkaran antara maya dengan mantan pacarnya, dan akhirnya mantan pacarnya tampar maya dan saya dengar maya menjerit sakit, saya rasanya mau teriak dan rasa jengkel mendengar jeritan maya yang di tampar oleh mantan pacarnya, setelah dia tampar dia meninggalkan maya dan pergi. Saya cuma bisa mendengar maya menangis dan saya merasa marah, saya langsung telpon saudara yang berada di kota Ende untuk membantu mencari mantan pacar maya. Saya minta maya untuk melaporkan di polisi bahwa yang di lakukan mantanya itu tidak benar biar dia tobat.perjalanan cinta kami sampai di kantor polisi. Saya dengan rasa tidak puas saya menelpon mantan pacarnya, saya beritau dia "kita laki-laki tidak bisa memaksa wanita untuk menyukai kita" saya sempat tanya maya kalau benar kalian sudah tidak ada hubungan berarti saya bisa mengisi hatimu yang kosong, karena saya tidak mau menyakitkan hati seseorang apalagi mantan maya teman sekolah saya di SMU. Saya mengatakan saya tidak bisa memaksa kalau maya masih mencinta kamu saya siap untuk mengundurkan diri, tapi maya memilih saya untuk menjadi teman hidupnya untuk serius menuju pernikahan. Saya masih kerja di bali dan saya ambil keputusan untuk bertemu maya di Ende, saya minta ijin di manager penginapan untuk ijin 2 minggu. Saya berangkat naik pesawat menuju Ende. Maya jemput saya di bandara Haji Arubusman Ende. Saya baru melihat dengan dekat seorang wanita yang cantik. Dalam hati saya berkata memang benar bagaiman mantanya bertahan tidak mau lepas si maya, orangnya cantik, baik murah senyum..bagi saya maya malaikat yang dikirim Tuhan untuk menjadi pendamping saya selama hidup saya. Saya berdoa mengucap syukur kepada Tuhan, "terimakasih Tuhan engkau telah memberi saya seorang malaikat yang bagi saya begitu sempurnah untuk saya. Saya bertemu orang tua keluarga besarnya di Ende, dan kami melepas rindu di Ende, saya tidak mau sedetikpun untuk meninggalkan maya. waktu itu maya masih kulia smester akhir, saya di Ende membantu maya mengerjakan skripsi. Saya cuma berdoa "Tuhan kalau benar ini jodoh saya tunjukan kepada saya yang lebih nyata lagi.
waktu demi waktu tidak terasa masa ijin saya sisa 3 hari, saya beritau maya saya balik dulu ke bali untuk kerja, tapi perasaan dan hati berlawanan karena saya tidak bisa lepas maya sendiri, saya diam sejenak dan saya bertemu orangtua untuk minta bantuan kalau ada pekerjaan di Ende tolong sampaikan biar saya pulang dan kerja di Ende, karena orang tua maya tidak mau kalau maya ke bali.
Setelah saya sampai di bali dan bekerja kurang lebih satu bulan paman dari Ende telpon minta saya pulang untuk bekerja di Ende di PT. PLN, hati saya terasa senang dan gembira terimakasih Tuhan akhirnya saya bisa bersama maya di Ende....Bersambung
waktu demi waktu tidak terasa masa ijin saya sisa 3 hari, saya beritau maya saya balik dulu ke bali untuk kerja, tapi perasaan dan hati berlawanan karena saya tidak bisa lepas maya sendiri, saya diam sejenak dan saya bertemu orangtua untuk minta bantuan kalau ada pekerjaan di Ende tolong sampaikan biar saya pulang dan kerja di Ende, karena orang tua maya tidak mau kalau maya ke bali.
Setelah saya sampai di bali dan bekerja kurang lebih satu bulan paman dari Ende telpon minta saya pulang untuk bekerja di Ende di PT. PLN, hati saya terasa senang dan gembira terimakasih Tuhan akhirnya saya bisa bersama maya di Ende....Bersambung
Minggu, 20 Januari 2019
awal perkenalan
perkenalan awal yang sangat tak terduga lewat nomor hp yang di berikan oleh paman untuk saya. setelah paman memberikan nomor hp wanita yang kebetulan juga duduk di bangku kulia bersama paman di sebuah kota kecil yang bernama kota Ende. Perkenalan pada tahun 2013, saya kerja di bali sebagai security di sebuah penginapan kecil yang bernaung di Keuskupan bali. Nama penginapan Bethania. Awal saya telpon dan menayakan nama dan sambil cerita-cerita wanita ini menberikan namanya ( maya ), dan saya kaget lagi ternyata anak dari seorang guru yang pernah mengajar saya waktu SMP. Saya masih ragu apa benar maya ini anaknya bapak guru yang pernah mengajar saya. Saya bertanya pada paman saya lewat telpon, kata paman benar maya anaknya bapak guru. Saya lebih kaget lagi maya ini ternyata kakanya yang sulung adalah kakak kelas saya waktu SMP. Membuat saya ragu, maya orangnya cantik, bodynya bagus, tinggi bedah sama kakaknya dan bapaknya.Malam saya telpon dan bercerita-cerita. waktu saya sambil telpon ternyata maya sudah ada cowok di kota Ende, dan maya sambil cerita bagaimana hubungannya dengan cowoknya itu sudah putus.Hari demi hari kami berdua saling telpon, saya memberanikan diri untuk menyatakan perasaan suka dengan maya, dan pingin maya jadi pacar saya. Saya beranikan diri untuk katakan cinta, dan ternyata maya terima dengan syarat jalanin dulu kalau cocok lanjut kalau tidak cocok berhenti, saya setuju.
Langganan:
Postingan (Atom)