Rabu, 23 Januari 2019
Menjalin Cinta Bersama Maya di kota Ende
Saya pulang ke ende bulan Maret 2013 untuk bekerja di kota Ende. Saya langsung mengurus berkas lamaran kerja untuk bekerja di PT. PLN Ende, tapi saya dapat tempat tugas di luar kota di salah satu kabupaten Nagekeo ( Mbay ) ibukota Bajawa. Setelah saya bekerja di mbay saya selalu pulang di waktu aplos shif jaga, saya kerja sebagai oprator mesin disel di bagian PLTD. Dengan seiring waktu berjalan kami selalu bersama disaat saya bekerja di mbay maya selalu mengunjungi saya waktu maya libur, dan kami selalu bersama terus, Pada suatu ketika saya lagi piket di mesin PLTD yang harus selalu siaga, maya telpon saya beritau "tunggu saya kerja selesai baru telpon"maya tidak mau dan harus angkat kalau di telpon, jadilah pertengkaran yang sebenarnya tidak ada masalah. Dalam perjalanan cinta bersama maya selalu ada perdebatan yang hal sepele di buat besar, Maya orangnya harus ikut apa yang dia mau itu yang saya awalnya masih belajar banyak jadi saya banyak mengalah, di saat ribut waktu saya lagi piket, setelah piket saya harus ke rumah di Ende tempuh jarak 2 jam, saya tidak mau masalah ini cuma bertengkar lewat by HP, saya mau selesai empat mata dan mencari apa masalahnya sehingga harus ribut. selalama pacaran selalu ada gesekan karena saya lama angkat telpon, pulang piket terlambat, saya tinggal di kost di mbay. kalau saya ada telpon masuk atau saya lagi bicara dengan teman yang telpon, orangtua telpon, selalu curiga yang bukan-bukan maya terhadap saya, maya orangnya sangat sensitif dengan apa yang di alami sebelumnya dengan saya terbawa sampai ke hubungan saya ddengan dia ( maya ).Terkadang terlintas di pikiran kenapa saya harus mengenal cinta? kenapa saya jadi seperti orang yang tidak punya mulut dan kenapa saya harus mengala terus?memang saya akui saya juga banyak salah dan banyak kekurangan, saya punya masa lalu seperti maya, kadang saya selalu mebuat maya marah mengenai uang. Saya pernah pinjam uang di Bank BRI untuk keperluan orang tua, saya tidak sampaikan di maya, karena menurut saya tidak masalah, ternyata saya sampaikan jadi masalah besar, saya kadang bingung dengan apa yang ada di dalam otak maya itu pada saat kami pacaran. Saya selalu mengalah dan selalu menerima marahan maya yang sangat kasar kalau maya lagi marah dan kesal, semuayang ada di benaknya di keluarkan tanpa berpikir apa benar saya bicara begini itu yang saya merasakan waktu pacaran, dan kami berdua ingin menikah, orangtua maya minta saya untuk cepat urus, karena tiddak enak dengan tetangga apalagi saya dengan maya sudah tidur sama-sama. Saya sampaikan di orangtua saya untuk melamar maya, orangtua setuju dan saya melamar maya dan membuat kesepakatan bulan juni 2013 kami menikah. Dalam perjalanan menujuh pernikahan banyak obaan yang kami alami dimana saya haus kluar dari tempat kerja dengan alasan yang tidak tepat, dan saya dengan maya kurang dari 2 minggu mau nikah kami harus urus pekerjaan saya yang sudah berantakan, manaalagi masalah i dalam keluarga yang dimana keluarga saya yang ada tidak setujuh dengan pernikahan saya dengan maya membuat skenario begitu banyak, sehingga maya menjadi stres, tinggal 2 hari mau menikah maya menghilang dan dia bilang dia tidak mau nikah, saya rasanya mau gila dan bingug, buntu pikiran saya cuma berdoa "Tuhan saya minta tolong kuatkan saya beri saya jalan yang terbaik dan jauhkan saya dari setan yang menghantui saya saat ini" saya cari maya keliling kota Ende malam hari. Saya berkata dalam hati "inilah cinta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar